Mobile Menu

navigasi

More News

Survei: RK-UU dan Demiz-Demul Dominasi Persaingan Pilgub Jabar

00:27
Survei: RK-UU dan Demiz-Demul Dominasi Persaingan Pilgub Jabar

Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum

Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (Foto: Fahrul Jayadiputra/ANTARA)
Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei terkait elektabilitas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Dari hasil survei tersebut, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum meraih tingkat elektabilitas tertinggi.Pasangan ini memiliki elektabilitas 44,8 persen. Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi berada di peringkat kedua dengan elektabilitas 27,9 persen. Sementara itu pasangan TB Hasanudin-Anton Charliyan dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu masing-masing mendapat dukungan sebanyak 1 persen. Sedangkan, responden yang belum menentukan sebanyak 25, 4 persen.Peneliti Indo Baro meter Asep Saepudin menyebutkan, pasangan Ridwan Kamil-Uu masih menjadi pasangan dengan elektabilitas yang paling tinggi. Menurutnya, sosok Ridwan Kamil sangat mempengaruhi responden memilih pasangan tersebut. Dari survei tersebut, Ridwan Kamil meraih tingkat kesukaan yang paling tinggi.

Baca Juga :

  • Keppres Pemberhentian 3 Pati Polri yang Ikut Pilkada Sudah Diterbitkan
  • KPU Jabar Wajibkan Cagub-Cawagub Lapor 5 Akun Medsos Kampanye
  • KPU: Emil, Anton Charliyan, TB Hasanudin Belum Serahkan Surat Mundur
"Elektabilitas RK-Uu tinggi karena publik yang suka pada Ridwan Kamil sebesar 89,3 persen. Alasan paling tinggi yakni Ridwan Kamil dinilai pintar dan tegas," ujar Asep saat merilis hasil survei tersebut di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/2).Kendati demikian, hasil survei tersebut menyebutkan, dari tingkat pengenalan calon, Ridwan Kamil masih kalah oleh Deddy Mizwar. Dedd y Mizwar dikenal oleh masyarakat Jabar sebesar 97, 1 persen. Sedangkan, Ridwan Kamil hanya dikenal oleh 88,8 persen."Alasannya karena Deddy Mizwar itu artis," katanya.

Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi

Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi (Foto: Antara/M Agung Rajasa)
Ia mengatakan, sampai dengan saat ini, hanya ada dua pasangan yang dominan di Pilgub Jawa Barat, yakni Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Sedangkan dua pasangan lainnya, lanjut dia, harus bekerja ekstra untuk mengenalkan diri ke masyarakat. "Trennya dua pasangan ini selalu meningkat," kata dia.Sementara itu, untuk pasangan yang berada di dua terbawah, TB Hasanudin-Anton Charliyan serta Sudrajat-Syaikhu, Indo Barometer menyebut dua paslon ini harus bekerja ekstra keras. Sebab, selain dari tingkat elektabilitas, dua pasa ngan calon tersebut pun masih kalah dari segi pengenalan dan kesukaan publik.

Cawagub Jabar, Anton Charliyan

Cawagub Jabar, Anton Charliyan (Foto: Garin Gustavian/kumparan)
Dari hasil survei tersebut, T.B Hasanuddin dan Sudrajat merupakan calon yang paling rendah tingkat pengenalannya. Adapun, Anton Charliyan dan T.B. Hasanuddin merupakan calon yang paling rendah tingkat kesukaan publik.Menanggapi hasil survei tersebut, Ketua tim pemenangan T.B. Hasanudin-Anton Charilyan, Abdy Yuhana, mengatakan, pihaknya akan bekerja lebih keras lagi untuk mengenalkan pasangan yang diberi nama Hasanah tersebut. "Ini tentunya baik buat kami akan lebih meningkatkan kerja keras. Lebih banyak ketemu dengan masyarakat Jawa Barat," ujar Abdy.Ia pun optimis pasangan Hasanah bisa mengubah keadaan di hari pemunguutan suara. Ia aka n memaksimalkan mesin partai untuk menggenjot popularitas pasangan ini.

Sudrajat dan Syaikhu

Sudrajat dan Syaikhu (Foto: Iqbal Tawakal Lazuardi Siregar/kumparan)
"Ini masih ada 4 bulan lagi. Dan saya kira cukup untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas. Kita ada mesin partai. Ada 360 ribu kader partai dari mulai anak ranting hingga DPD," ujar Abdy.Sementara itu, tim pemenangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu, Mulyadi, mengatakan, Pilgub Jawa Barat sulit ditebak. Ia mencontohkan beberapa Pilgub yabg hasil di luar ekspektasi dan jauh dari hasil survei. Dengan pengalaman itu, pihaknya yakin pasangam Sudrajat-Ahmad Syaikhu akan berbicara banyak di Pilgub Jabar 2018.Survei tersebut dilakukan pada bulan Januari 2018. Survei ini melibatkan 800 respoden yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat. Survei ini mengg unakan metodologi multistage random sample. Teknik pengumpulan data melalui wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.Sumber: Google News Eletabilitas
Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar