GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Partai Dukung Petahana, Kader PDIP Kota Bekasi Ngambek

Partai Dukung Petahana, Kader PDIP Kota Bekasi Ngambek

‎Partai Dukung Petahana, Kader PDIP Kota Bekasi Ngambek Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Tumai, memperlihatkan surat rekomendasi DPP…

Partai Dukung Petahana, Kader PDIP Kota Bekasi Ngambek

‎Partai Dukung Petahana, Kader PDIP Kota Bekasi Ngambek

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Tumai, memperlihatkan surat rekomendasi DPP untuk mendukung petahana Rahmat Effendi dalam Pilwalkot 2018. (Beritasatu Photo/Mikael Niman)

Oleh: Mikael Niman / JAS | Rabu, 17 Januari 2018 | 11:20 WIB

Bekasi - Bakal pasangan calon (paslon) ‎Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dan Tri Adhianto Tjahyono didukung oleh tujuh partai politik, salah satunya adalah PDI Perjuangan (PDIP). ‎Rupanya, kebijakan DPP PDI Perjuangan untuk mendukung pasangan petahana ini, mendapat penolakan dari beberapa kader partai berlambang banteng bermoncong putih ini.

Wakil Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan DPC PDI Perjuanga n Kota Bekasi, Hiu Hindiana, terang-terangan mengundurkan diri dari kepengurusan partai usai memberikan dukungan kepada pasangan petahana, Rahmat Effendi, dan Tri Adhianto.

"Sebagai kader militan seharusnya Ketua dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, yang bertanggung jawab untuk maju (sebagai kontestan di Pilkada Kota Bekasi), dengan dukungan 12 kursi DPRD Kota Bekasi. Tapi mereka berdua menyatakan mundur dalam pencalonan wali kota dan wakil wali kota pada 8 Januari 2018 lalu. Sehingga kita yang memiliki 12 kursi hanya menjadi tim hore (penggembira) saja," ujar Hiu Hindiana, Rabu (17/1).

Dengan keputusannya mengundurkan ‎diri struktur organisasi partai, Hiu siap menerima segala risikonya.

"Saya siap dengan risiko apapun termasuk dengan karier politik saya. Karena prinsip saya jelas menjaga muruah dan kehormatan partai dengan 12 kursi di DPRD Kota Bekasi seharusnya kita mampu mengusung wali kota dan wakil wali kota sendiri," tuturny a.

Pasangan Rahmat Effendi dan Tri Adhianto telah diusung enam partai politik yakni Partai Golkar, PAN, Partai Demokrat, Hanura, PPP, dan PKB.

Komisioner KPU Kota Bekasi, Syafrudin, mengatakan posisi PDI Perjuangan hanya sebagai partai pendukung bagi bakal Paslon Rahmat‎ Effendi dan Tri Adhianto.

‎"Terkait PDI Perjuangan‎ hanya sebagai partai pendukung, bukan partai pengusung petahana. Tetapi tetap dianggap sebagai mitra Koalisi Patriot Bersatu," kata Syafrudin.

Koalisi enam partai politik, Patriot Bersatu, telah menerima PDI Perjuangan menjadi mitra koalisi partai yang ke tujuh. Saat pendaftaran ke KPU Kota Bekasi, beberapa waktu lalu, PDI Perjuangan Kota Bekasi hanya memberikan surat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk mendukung Rahmat Effendi dan Tri Adhianto Tjahyono sebagai wali kota dan wakil wali kota.

Hiu yang merupakan pendukung setia Mochtar Mohammad/M2 (mantan Wali Kota Bekasi) ‎sempat mengungkit kembali sejarah l ama, saat M2 tersandung kasus karupsi pada 2010 lalu. Waktu itu, dirinya menjadi pengacara yang membela M2 di Pengadilan Tipikor Bandung.

Putusan Mahkamah Agung (MA) menyatakan M2 terbukti melakukan korupsi dan dipidana selama 6 tahun penjara. Hiu menuding, kasus korupsi yang dilakukan M2 dilakukan bersama-sama dengan pejabat atau pihak lain namun hanya M2 yang dijerat pidana.

"Kemarin-kemarin M2 masih berdiam diri, tidak mau bernyanyi seperti Nazaruddin, tapi nanti mudah-mudahan mau buka mulut untuk mengatakan yang sebenarnya," tuturnya.

Terhitung, sejak 11 Januari 2018 Hiu telah mengundurkan diri dari kepengurusan DPC PDIP Kota Bekasi.‎


Sumber: Suara Pembaruan ARTIKEL TERKAIT
  • Surat Pengunduran Kadis Bina Marga Bekasi Masih Diproses
  • KPU Kota Bekasi Agendakan Tes Psikologi‎ Bakal Paslon Hari Ini
  • PKS dan Gerindra Kota Bekasi Usung Nur Supriyanto-Adhy
  • Menit Terakhir, PDIP Kota Bekasi Umumkan Paslon di Pilwalkot
  • PDIP Kota Bekasi Tegaskan Usung Kader Internal Tanpa Koalisi
  • Partai Koalisi Dukung Kadis Bina Marga Bekasi Maju Pilkada
  • 1 Perombakan Kabinet 2 Mezanin BEI Ambruk 3 Mahar Politik 4 Fredrich Ditangkap 5 Penenggelaman Kapal
    • FOKUS: Ponsel Lokal Digerus Merek Tiongkok
    • Presiden Resmi Lantik Idrus Marham Jadi Mensos dan Moeldoko Jadi Kepala KSP
    • Idrus Marham Jadi Mensos?
    • Letak Geografis Menyulitkan Pemerintah Salurkan Bantuan ke Papua
    • Pengelola Gedung BEI Sebut Kerusakan Bukan di Struktur Utama
    • KPK Abaikan Ancaman Fredrich Lapor ke Polisi
    • OSO: Hanura Tak Akan Pecah
    • Tiba di Istana, Idrus: Bila Diberi Tugas Akan Dilaksanakan dengan Ama nah
    • Idrus Jadi Mensos, Airlangga: Terima Kasih atas Kepercayaan Presiden
    • Enam Tahun Buron, Tersangka Korupsi di Kaur Ditangkap
Sumber: Google News Petahana

Tidak ada komentar