Rakyat Merdeka

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

PSI, Grace Natalie, dan Citra Partai Anak Muda

Posted by On Februari 22, 2018

PSI, Grace Natalie, dan Citra Partai Anak Muda

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Kehadiran Partai Solidaritas Indonesia ( PSI) meramaikan panggung politik Tanah Air menjelang Pemilu 2019.

Pemilu tahun depan menjadi kali pertama bagi PSI berkontestasi. PSI mendapatkan nomor urut 11 dan akan bersaing dengan 13 parpol lain dalam memperebutkan suara pemilih.

Beranggotakan anak-anak muda yang dikomandani Ketua Umum Grace Natalie, PSI bertekad mengubah kondisi politik di Indonesia.

Berikut profil PSI yang dirangkum Kompas.com:

Sejarah

PSI adalah partai politik yang didirikan setelah Pemilu 2014. Partai ini menyelenggarakan Kopi Darat Nasional (KopDarNas) perdana di Jakarta pada 16 November 2015.

Baca juga: PSI Janji Akan Audit Dana Publik yang Diterima

PSI mengisi partainya dengan politisi-politisi muda. Ketua Umum PSI Grace Natalie, misalnya, saa t ini baru berusia 35 tahun. Pengurus daerah PSI juga rata-rata baru berusia 20-30 tahun.
Bahkan, ada aturan tertulis bahwa pengurus partai maksimal berusia 45 tahun dan tidak pernah menjadi pengurus parpol lain.

PSI juga menaruh perhatian besar terhadap keterlibatan perempuan. Partai ini dinyatakan lolos pemilu dengan persentase keterwakilan perempuan tertinggi, yakni 66,66 persen.

PSI resmi menjadi badan hukum setelah melalui verifikasi Kementerian Hukum dan HAM pada 7 Oktober 2016.

Baca juga: PSI Targetkan Dapat Sumbangan Rp 1 Triliun dari 1 Juta Donatur Setiap Tahun

Pada 17 Februari 2018, KPU menyatakan PSI lolos sebagai peserta Pemilu 2019.

Perubahan

Sejak awal berdiri, PSI bertekad membawa perubahan kondisi politik di Indonesia serta ingin menjadi kendaraan baru, khususnya bagi anak-anak muda yang sudah tidak percaya dengan parpol lama.

Sindiran kepada parpol-parpol lama pun berkali-kali d ilayangkan Grace Natalie. Terakhir, saat ia menyampaikan sambutan ketika pengundian dan penetapan nomor urut partai politik peserta Pemilu 2019 di kantor KPU, Jakarta, Minggu (18/2/2018).

Awalnya, Grace menceritakan bagaimana PSI dalam tiga tahun pertama mencoba membangun partai dengan baik.

Baca juga: PSI Galang Dana Publik untuk Operasional Partai dan Biaya Caleg

Bahkan, untuk menjadi peserta Pemilu 2019, mereka harus memenuhi persyaratan yang dinilainya sangat berat.

"Persyaratan yang mahaberat yang dibuat para senior di parlemen berhasil kami patahkan. Akhirnya kami berhasil menjadi peserta pemilu," kata Grace disambut riuh pendukungnya.

Grace kembali memberikan pernyataan tegas ketika mengatakan bahwa dua hal yang menjadi fokus perjuangan PSI adalah menghapus korupsi dan intoleransi.

Oleh karena itu, kata Grace, PSI menetapkan rekrutmen terbuka yang transparan dan profesional.

"Kami mencari orang yan g tidak akan merampok uang negara karena proses rekrutmen yang tidak jelas," katanya.

Grace menegaskan, untuk menjadi bagian dari PSI, tidak dibutuhkan mahar. Ada dua hal yang berlaku dalam seleksi terbuka PSI, yaitu kompetensi dan integritas.

Baca juga: PSI: Kita Perlu Punya Lebih Banyak Negarawan di DPR

"Dengan nomor 11, kami siap memenangi pemilu dengan mengisi kursi-kursi parlemen. Tidak akan merampok uang rakyat dan tidak akan membentengi diri dari kritik," ujar Grace.

Pemilu 2019

Menjelang Pemilihan Presiden 2019, PSI sudah menyatakan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo untuk meneruskan kepemimpinan dua periode.

Sementara dalam pemilu legislatif, sebagai pendatang baru, PSI memasang target cukup tinggi, yakni minimal 20 persen kursi DPR.

Dengan demikian, PSI bisa melewati ambang batas pencalonan presiden yang diatur dalam UU Pemilu. PSI juga berharap bisa mengusung calon presid en sendiri pada pemilu berikutnya.

"Karena presidential threshold berdasarkan UU Pemilu 20 persen, PSI menargetkan untuk bisa meraih 20 persen kursi," kata Grace, Selasa (10/9/2017).

Grace mengakui, sebagai partai politik baru, target tersebut sangat ambisius. Namun, ia optimistis target tersebut bisa tercapai di tengah minimnya kepercayaan masyarakat terhadap partai lama.

Meski demikian, survei terakhir yang dirilis berbagai lembaga menyatakan bahwa suara PSI masih berada di kisaran 1 persen.

Survei terakhir Poltracking pada 27 Januari-3 Februari 2018 menunjukkan bahwa elektabilitas PSI masih 1,1 persen. Angka ini sudah melampaui elektabilitas partai yang lebih dulu berkiprah, seperti PBB dan PKPI.

Kompas TV Bagaimana kejutan yang diberikan partai politik baru dalam pesta demokrasi 2018 dan Pilpres 2019?



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Jelang Pemilu 2019

Berita Terkait

PSI: Kita Perlu Punya Lebih Banyak Negarawan di DPR

Galang Dana Publik, PSI Luncurkan Kartu "Sakti"

PSI Galang Dana Publik untuk Operasional Partai dan Biaya Caleg

PSI Targetkan Dapat Sumbangan Rp 1 Triliun dari 1 Juta Donatur Setiap Tahun

PSI Janji Akan Audit Dana Publik yang Diterima

Terkini Lainnya

Tolak Gugatan, Hakim Tegaskan Non-Pribumi Tak Boleh Punya Tanah di Jogja

Tolak Gugatan, Hakim Tegaskan Non-Pribumi Tak Boleh Punya Tanah di Jogja

Regional 22/02/2018, 19:18 WIB Soal 36 Diskotik Terlibat Narkoba, Buwas Enggan Bertemu Anies Jika....

Soal 36 Diskotik Terlibat Narkoba, Buwas Enggan Bertemu Anies Jika....

Regional 22/02/2018, 19:16 WIB Kepada FBI, Marliem Akui Penyerahan Uang untuk Novanto Lewat 'Money Changer'

Kepada FBI, Marliem Akui Penyerahan Uang untuk Novanto Lewat "Money Changer"

Nasional 22/02/2018, 19:13 WIB Mengungkap Keberadaan Tentara Bayaran Rusia di Suriah

Mengungkap Keberadaan Tentara Bayaran Rusia di Suriah

Internasional 22/02/2018, 19:06 WIB Pengakuan Penghayat Kepercayaan Dinilai Titik Cerah HAM di Indonesia

Pengakuan Penghayat Kepercayaan Dinilai Titik Cerah HAM di Indonesia

Nasional 22/02/2018, 19:05 WIB Jalan Danau Sunter Selatan Ditutup Selama Festival Danau Sunter

Jalan Danau Sunter Selatan Ditutup Selama Festival Danau Sunter

Megapolitan 22/02/2018, 19:04 WIB Ak   mal, Remaja yang 'Bertelur' Diperiksa di Kantor Polisi

Akmal, Remaja yang "Bertelur" Diperiksa di Kantor Polisi

Regional 22/02/2018, 19:00 WIB Lantai 2 dan 3 Matahari Kudus Ludes Terbakar

Lantai 2 dan 3 Matahari Kudus Ludes Terbakar

Regional 22/02/2018, 18:57 WIB Insiden Penembakan Massal, Polisi di Florida Bawa Senjata ke Sekolah

Insiden Penembakan Massal, Polisi di Florida Bawa Senjata ke Sekolah

Internasional 22/02/2018, 18:56 WIB Pedagang Pasar Cimanggis Mengaku Tak Terganggu Bau Sampah Menyengat

Pedagang Pasar Cimanggis Mengaku Tak Terganggu Bau Sampah Menyengat

Megapolitan 22/02/2018, 18:54 WIB Saat Sarapan Pagi di Rumahnya, Novanto Bilang ke Andi Khawatir Dikejar KPK

Saat Sarapan Pagi di Rumahnya, Novanto Bilang ke Andi Khawatir Dikejar KPK

Nasional 22/02/2018, 18:46 WIB UU MD3 Dianggap Jadi Contoh Buruknya Kualitas Legislasi DPR

UU MD3 Dianggap Jadi Contoh Buruknya Kualitas Legislasi DPR

Nasional 22/02/2018, 18:42 WIB Lumpuh 9 Jam, Jalur Pantura Surabaya-Pasuruan Dibuka Kembali

Lumpuh 9 Jam, Jalur Pantura Surabaya-Pasuruan Dibuka Kembali

Regional 22/02/2018, 18:40 WIB Survei Median: Elektabilitas Jokowi Turun karena Masalah Ekonomi

Survei Median: Elektabilitas Jokowi Turun karena Masalah Ekonomi

Nasional 22/02/2018, 18:40 WIB Novel: Pada Dasarnya Saya Bukan Orang yang Suka Ditakut-takuti

Novel: Pada Dasarnya Saya Bukan Orang yang Suka Ditakut-takuti

Megapolitan 22/02/2018, 18:33 WIB Load MoreSumber: Google News Pemilu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »