Rakyat Merdeka

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Maruarar Nillai Mega dan Jokowi Faktor Penentu Elektabilitas PDIP

Posted by On Februari 19, 2018

Maruarar Nillai Mega dan Jokowi Faktor Penentu Elektabilitas PDIP

Kata Maruarar Soal Kriteria Cawapres yang Akan Dampingi Jokowi

Rahmat Sahid

Kata Maruarar Soal Kriteria Cawapres yang Akan Dampingi Jokowi
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait, Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo dan Wakil Ketua Umum Pa
A+ A- JAKARTA - Survei Poltracking Indonesia menunjukkan kemungkinan besar hanya dua kandidat pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.Kedua figur yang berpeluang besar ialah Joko Widodo dan rivalnya saat Pilpres 2014, Prabowo Subianto.
Trend dan gap elektabilitas kedua figur ini juga tidak terlalu berbeda dengan survei Poltracking sebelumnya (November 2017), yaitu berjarak antara 20%-25% dengan elektabilitas Prabowo berkisar di angka 20%-33% dan elektabilitas Jokowi berkisar di angka 45%-57%.
Hasil survei tersebut juga menunjukkan hanya dua partai yang mengalami kenaikan elektabilitas, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra yang keduanya terkatrol oleh figur Jokowi dan Prabowo.
Menyikapi hal tersebut, politikus PDIP yang juga Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait yang hadir dalan launching survei, Minggu 18 Februari 2018, mengungkapkan ada dua faktor yang memacu hal tersebut.
Pertama, kata dia, faktor Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyolidkan dari sisi internal partai dan juga faktor Jokowi yang punya efek elektoral dari sisi eksternal.
“Ibu Megawati yang membuat partai ini solid sehingga bisa mempertahankan suara internal. Sementara dari sisi elektabilitas Pak Jokowi yang terus naik, hal itu tentunya tidak lepas dari kerja nyata dan kerja keras yang dlakukan dalam kepemimpinannya sebagai Presiden,” kata Maruarar
Seperti diketahui, survei Poltracking menunjukkan ada enam figur yang mempunyai elektabilitas di atas 5% dengan gap yang cukup signifikan dibanding nama-nama lain, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Muhaimin Iskandar dan Khofifah Indar Parawansa.
Misalnya, dalam pertanyaan 10 figur kandidat cawapres yang beredar di publik, elektabilitas AHY 12,4%, kemudian Anies Baswedan 12,1%, Gatot Nurmantyo 11,4%, Ridwan Kamil 10,4%, Muhaimin Iskandar 7%, dan Khofifah 5,5%.
Maruarar Sirait mengungkapkan, dalam menentukan siapa cawapres yang akan mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 nanti pilihannya ada tiga, yaitu pertimbangan elektabilitas, kualitas, atau menggabungkan antara elektabilitas dan kualitas.Dia mengatakan, jika elektabilitas Pak Jokowi dianggap sudah cukup tinggi, maka pertimbangan utamanya adalah kualitas hubungan.
Namun, kata dia, jika kalau masih membutuhkan tambahan elektabilitas maka yang dipilih tentu yang bisa menambah suara. "Atau bisa jadi nanti Pak Jokowi akan mempertimbangkan dua faktor itu,” katanya.
Terkait dengan poros koalisi di Pilpres 2019 nanti, Maruarar justru meyakini hanya akan terjadi dua poros saja dalam kompetisi. Menurut dia, satu poros di antara tiga poros yang disebutkan tadi akan bergabung bersama salah satu poros. (dam) Follow Us : Follow @SINDOnewsSumber: Google News Eletabilitas

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »