Rakyat Merdeka

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

KPU dan Bawaslu Diminta Investigasi Jajaran Penyelenggara ...

Posted by On Februari 26, 2018

KPU dan Bawaslu Diminta Investigasi Jajaran Penyelenggara ...

Peneliti Perludem Fadli Ramadhanil seusai acara diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Peneliti Perludem Fadli Ramadhanil seusai acara diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meminta Komisi Pemilihan Umum ( KPU) dan Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) melakukan investigasi internal menyusul operasi tangkap tangan yang melibatkan Ketua Panwaslu Kabupaten Garut Heri Hasan Basri dan Komisioner KPU Kabupaten Garut Ade Sudrajad.

Peneliti Perludem Fadli Ramadhanil m engatakan, investigasi internal harus dilakukan terhadap seluruh jajaran penyelenggara pemilu.

Hal itu dilakukan untuk mengungkap secara tuntas praktik pelanggaran yang terjadi.

"Kami mendorong KPU dan Bawaslu untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi internal kepada KPU Kabupaten Garut dan Pengawas Pemilu Kabupaten Garut, beserta seluruh jajaran, untuk mengungkap secara tuntas praktik pelanggaran yang telah dilakukan oleh kedua oknum penyelenggara pemilu ini," ujar Fadli melalui keterangan tertulis, Senin (26/2/2018).

Baca juga: Bawaslu Jabar Pecat Ketua Panwaslu Garut yang Diduga Terlibat Suap

Menurut Fadli, KPU dan Bawaslu harus melakukan supervisi, pengawasan, dan evaluasi internal secara berkelanjutan.

Hal ini penting dilaksanakan untuk memastikan pelanggaran-pelanggaran dan tindak pidana oleh penyelenggara pemilu tidak lagi terjadi.

Selain itu, ia menilai, Komisi. pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, dan Kejaksaan harus melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap oknum penyelenggara pemilu yang melanggar hukum.

"Apalagi menerima suap, imbalan, dan praktik lancung lain yang berkenaan dengan integritas penyelenggara pemilu," kata Fadli.

Baca juga: KPU Jabar Jamin Kasus Suap di Garut Tidak Pengaruhi Proses Pilkada

Bawaslu sudah memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut karena OTT tersebut. Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, OTT di Garut merupakan hal yang memalukan.

Menurut Abhan, OTT kedua penyelenggara pemilu tersebut telah menciderai proses demokrasi yang sedang berlangsung khususnya di kabupaten Garut.

Apalagi kata dia, Bawaslu sedang menggalakkan gerakan tolak money politics dan peningkatan integritas jajaran penyelenggara pemilu khususnya Panwaslu.

Kompas TV Polda Jawa Barat resmi menetapkan 3 tersangka dalam kasus suap penyelenggara pilkada di Garut, Jawa Barat.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Jel ang Pemilu 2019

Berita Terkait

Bawaslu Jabar Pecat Ketua Panwaslu Garut yang Diduga Terlibat Suap

KPU Jabar Jamin Kasus Suap di Garut Tidak Pengaruhi Proses Pilkada

OTT Garut Jadi "Shock Therapy" untuk Penyelenggara Pemilu

KPU Jabar Segera Pecat Komisioner Garut yang Diduga Terlibat Kasus Suap

Kasus Suap di Garut, Ketua KPU Jabar Minta Jajarannya Kooperatif pada Kepolisian

Terkini Lainnya

Putin Perintahkan Jeda Serangan ke Ghouta Timur selama Lima Jam

Putin Perintahkan Jeda Serangan ke Ghouta Timur selama Lima Jam

Internasional 26/02/2018, 23:51 WIB Sopir Angkot yang Bergabung OK Otrip Akan Diatur Jam Kerjanya

Sopir Angkot yang Bergabung OK Otrip Akan Diatur Jam Kerjanya

Megapolitan 26/02/2018, 23:44 WIB Guru Pedofil di Rusia Bebas dari Sanksi Penjara Usai Nikahi Korban

Guru Pedofil di Rusia Bebas dari Sanksi Penjara Usai Nikahi Korban

Internasional 26/02/2018, 23:32 WIB Polisi Tangkap Tiga Orang Perekrut TKI Adelina

Polisi Tangkap Tiga Orang Perekrut TKI Adelina

Regional 26/02/2018, 23:19 WIB Warga Pesimistis Ganjil Genap di Gerbang Tol Bekasi Timur dan Barat Dapat Mengurai Kemacetan

Warga Pesimistis Ganjil Genap di Gerbang Tol Bekasi Timur dan Barat Dapat Mengurai Kemacetan

Megapolitan 26/02/2018, 23:19 WIB Viral, Video 2 Gadis ABG Duel di Jalan Diduga karena Masalah Asmara

Viral, Video 2 Gadis ABG Duel di Jalan Diduga karena Masalah Asmara

Regional 26/02/2018, 23:12 WIB  Pria Berpakaian Aneh Terobos Markas Brimob Polda Sulteng

Pria Berpakaian Aneh Terobos Markas Brimob Polda Sulteng

Regional 26/02/2018, 23:09 WIB Partai Berkarya Senang Larangan Pakai Gambar Soeharto Ditetapkan KPU

Partai Berkarya Senang Larangan Pakai Gambar Soeharto Ditetapkan KPU

Nasional 26/02/2018, 22:57 WIB India-Pakistan Saling Tembakkan Artileri, Ratusan Orang Melarikan Diri

India-Pakistan Saling Tembakkan Artileri, Ratusan Orang Melarikan Diri

Internasional 26/02/2018, 22:57 WIB KPU Laporkan Komisioner KPU Garut ke DKPP untuk Disidang

KPU Laporkan Komisioner KPU Garut ke DKPP untuk Disidang

Nasional 26/02/2018, 22:38 WIB Ketika Dedi Mulyadi Sembuhkan Seorang Nenek yang Depresi

Ketika Dedi Mulyadi Sembuhkan Seorang Nenek yang Depresi

Regional 26/02/2018, 22:33 WIB PPP Tak Masalahkan Duet Jokowi-Prabowo pada Pilpres 2019, asal...

PPP Tak Masalahkan Duet Jokowi-Prabowo pada Pilpres 2019, asal...

Nasional 26/02/2018, 22:22 WIB Tim Gubernur Anies Kaji P   ergub Izin Rumah untuk Tempat Usaha

Tim Gubernur Anies Kaji Pergub Izin Rumah untuk Tempat Usaha

Megapolitan 26/02/2018, 22:21 WIB Pria Ini Ditangkap karena Perkosa Anak Tirinya yang Berusia 6 Tahun

Pria Ini Ditangkap karena Perkosa Anak Tirinya yang Berusia 6 Tahun

Regional 26/02/2018, 22:11 WIB Cabuli Pacarnya Saat Bolos Sekolah, Siswa SMP Ini Berurusan dengan Polisi

Cabuli Pacarnya Saat Bolos Sekolah, Siswa SMP Ini Berurusan dengan Polisi

Regional 26/02/2018, 22:00 WIB Load MoreSumber: Google News Pemilu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »