Rakyat Merdeka

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

14 Parpol Lolos Ikut Pemilu

Posted by On Februari 19, 2018

14 Parpol Lolos Ikut Pemilu

14 Parpol Lolos Ikut Pemilu

Koran Sindo

14 Parpol Lolos Ikut Pemilu
Persaingan partai politik (parpol) menuju Pemilu 2019 dimulai. Sebanyak 14 parpol nasional dan 4 parpol lokal Aceh telah dinyatakan lolos sebagai peserta pemilu yang akan digelar pada 17 April 2019. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A- Persaingan partai politik (parpol) menuju Pemilu 2019 dimulai. Sebanyak 14 parpol nasional dan 4 parpol lokal Aceh telah dinyatakan lolos sebagai peserta pemilu yang akan digelar pada 17 April 2019.
Seluruh parpol juga telah mengantongi nomor urut masing-masing setelah dilakukan pengundian tadi malam. Parpol nasional peserta pemilu ini terdiri atas 10 parpol lama, yakni partai yang saat ini menempatkan perwakilannya di par lemen, dan 4 parpol baru. Jumlah parpol peserta pemilu naik bila dibandingkan dengan 2014 yang hanya diikuti 12 parpol.
Setelah resmi mengantongi nomor urut, agenda penting sudah menanti di depan, terutama pendaftaran calon anggota legislatif pada 4-17 Juli 2018. Setelah itu parpol harus menetapkan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung. Tahapan pendaftaran capres dan cawapres ini dilakukan pada 4-10 Agustus 2018. Ada pun masa kampanye akan dimulai pada 23 September 2018.
Pemilu kali ini sangat membutuhkan kerja keras parpol. Pasalnya ini untuk pertama kalinya pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pileg dan pilpres) digelar secara serentak.
Ini berbeda dengan sebelumnya di mana pelaksanaan pileg dan pilpres berselang empat bulan. Dengan pemilu serentak, caleg tidak lagi cukup hanya mengenalkan dirinya kepada masyarakat, melainkan sekaligus harus mengampanyekan pasangan capres dan cawapres yang diusung partai.
Jauh-jauh hari sejumlah parpo l telah mendeklarasikan capres yang akan mereka usung. Beberapa di antaranya Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Hanura, dan PPP menyatakan akan mengusung petahana Joko Widodo (Jokowi) kembali sebagai capres.
Selain itu Partai Gerindra sudah lebih awal menyatakan akan mencapreskan kembali Prabowo Subianto. Pendeklarasian capres ini tentu bagian dari strategi parpol untuk meraih dukungan pemilih. Kekuatan figur capres yang didukung diharapkan akan memberi pengaruh elektoral terhadap suara partai.
Dengan diikuti 14 parpol, persaingan merebut dukungan pemilih memang tidak ringan, apalagi di tengah memudarnya ideologi partai. Idealnya ideologi ini bisa membantu para pemilih dalam menentukan pilihan di tengah situasi Indonesia yang menganut banyak partai.
Namun apa boleh buat, ideologi ini tidak lagi banyak berpengaruh. Salah satu bukti memudarnya ideologi adalah rendahnya kepercayaan publik terhadap parpol. Survei SMRC pada 2016 menunjukkan kepercayaan publik kepada parpo l di urutan paling bawah di antara lembaga negara, yakni 52,9%.
Banyaknya kasus korupsi yang melibatkan politikus dan kepala daerah asal parpol juga kian memperparah ketidakpercayaan publik. Kondisi inilah yang harus diatasi parpol. Perlu langkah-langkah strategis untuk kembali memulihkan kepercayaan dan menarik dukungan konstituen, termasuk menawarkan program-program populis yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Tak kalah penting, parpol juga perlu membaca secara teliti realitas di masyarakat. Termasuk mencermati konfigurasi pemilih. Keberadaan pemilih pemula atau juga yang sering diistilahkan dengan generasi milenial perlu mendapat perhatian.
Pemilih milenial yang berusia 20-38 tahun pada 2019 nanti diperkirakan mencapai 86 juta jiwa. Artinya sekitar 48% pemilih adalah generasi milenial. Jika ditambahkan dengan pemilih yang akan berusia 17-19 tahun pada April 2019, pemilih yang berusia 17-38 tahun bisa mencapai 51%.
Jumlah ini tentu menarik untuk digarap. Tak pelak, penggunaan media sosial dalam meraih dukungan adalah hal yang mutlak, selain tentu tetap menggunakan media konvensional untuk berkampanye.
Namun di tengah sengitnya persaingan meraih dukungan pemilih, seluruh parpol juga harus menjaga suasana politik Tanah Air tetap teduh dengan mengedepankan kampanye yang beretika, positif, bertanggung jawab, dan menghindari politisasi isu SARA.
Produksi hoa x atau berita bohong oleh pihak tak bertanggung jawab memang pasti akan menghiasi media sosial. Namun seyogianya kader parpol tidak ikut menjadi bagian di dalamnya agar pemilu bisa berjalan aman, damai dengan hasil yang demokratis. Bagaimanapun pemilu serentak ini menjadi pertaruhan dan akan menentukan arah perjalanan bangsa ini ke depan. (nag) Follow Us : Follow @SINDOnewsSumber: Google News Parpol

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »