Rakyat Merdeka

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Komunitas Muda Nusantara Selenggarakan dialog Agama dan malam Budaya

Posted by On Desember 07, 2017




Hubungan antara agama-agama dan kebudayaan di Indonesia masih menyisakan persoalan. 
Dalam sejarah Indonesia, acapkali terjadi konflik di antara kebudayaan-kebudayaan dan 
agama yang telah ada. Salah satu contoh klasiknya adalah Perang Paderi, pertempuran antara 
umat Islam yang puritan dengan masyarakat adat di Minangkabau. Hal ini disampaikan Ihwansyah Nasution  Ketua umum Gerakan Nusantara Berkemajuan disela-sela  rangkaian kegiatan Dialog kebangsaan dan malam budaya yang dilaksanakan di Auditorium Syahida Inn Tangerang Selatan provinsi Banten Kamis (8/12) yang dilaksanakan oleh Komunitas muda Nusantara


Sejarah masuknya Islam 
ke Indonesia bukannya bersih dari konflik dengan penganut-penganut agama Hindu, terutama 
di Kerajaan Majapahit. Konflik-konflik berlatarkan perbedaan-perbedaan agama ini terus 
terjadi sepanjang sejarah Indonesia.
lanjutnya

Latar-belakang keagamaan dan kebudayaan yang berbeda-beda menyebabkan sulitnya 
merajut integrasi nasional. Bangsa Indonesia pada umumnya dipersatukan atas dasar nasib: 
350 tahun dijajah oleh Belanda. Kesadaran ini pun baru muncul pada tahun 1928, saat 
Sumpah Pemuda dideklarasikan dan menjadi tonggak persatuan bangsa Indonesia hingga hari 
ini. Delapan belas tahun berselang, tahun 1945, Indonesia menentukan ideologi negaranya. 
Proses lahirnya Pancasila ini juga dipenuhi dengan dialog-dialog agama Sehingga kegiatan seperti ini perlu sering dilakukan oleh komunitas anak muda dimanapun berada lanjutnya.


Sementara itu Bob Febrian ketua Umum  Komunitas Muda Nusantara memandang penting untuk di 
intensifkan upaya pembangunan kesepahaman dan diplomasi budaya demi mendukung 
sepenuhnya penataan peradaban bangsa untuk pembangunan yang berkelanjutan dalam 
Gerakan Nusantara Berkemajuan. sambungnya

Pada kesempatan ini Komunitas Muda Nusantara 
membungkus program ini dalam Seminar Agama dan Kebudayaan dan Dilanjutkan Dengan 
Ramah Tamah Welcoming Dinner dan Cultural Art Performance pada malam harinya yang diisi dengan penampilan tarian dari berbagai daerah dari seluruh Indonesi

menurutnya Bob  Kegiatan ini didedikasikan dalam rangka menjalin kesepahaman tentang pentingnya 
membangun kerukunan dan ketentraman hidup berbangsa dan bernegara serta turut serta 
menjaga perdamaian dunia. 
Menjalin silahturahim antar sesama anak bangsa khususnya pungkasnya

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »